Jika Anda Ingin Hidup Dengan Percaya Diri, Hindari 5 Mitos Tentang Kartu Kredit Ini

Kartu kredit menjadi metode pembayaran yang semakin populer. Kartu kredit tidak hanya memudahkan transaksi jual beli, tetapi juga memiliki manfaat lain seperti efisiensi dengan menghilangkan kebutuhan akan uang tunai, reward, cashback point dan diskon toko tertentu.

Seperti halnya kartu debit, kartu kredit memfasilitasi perdagangan karena merupakan metode pembayaran, bukan uang tunai yang dikeluarkan oleh bank. Namun, kartu kredit berbeda dengan kartu debit. Kartu debit hanya bisa digunakan jika saldo rekening mencukupi, sedangkan kartu kredit adalah utang yang diberikan oleh bank untuk memudahkan pembayaran.

Dengan berkembangnya e-commerce di Indonesia, permintaan masyarakat akan kartu kredit semakin meningkat. Selain itu, untuk mengajukan berbagai produk pinjaman seperti pinjaman tanpa agunan (KTA), Anda harus memiliki kartu kredit. Kartu kredit diterbitkan oleh bank dan diawasi oleh Bank Indonesia (BI). Di sisi lain, perusahaan jasa keuangan yang menerbitkan kartu kredit di seluruh dunia termasuk VISA, MasterCard, American Express dan JCB.

Berikut manfaat memiliki kartu kredit:

1. Pembayaran mudah karena tidak memerlukan uang tunai.

2. Tagihan harian seperti tagihan PDAM, tagihan listrik, dan langganan TV kabel dapat digabungkan dalam satu tagihan sehingga memudahkan pembayaran.

3. Lebih mudah untuk mencatat pengeluaran harian Anda.

4. Saya memiliki asuransi tambahan.

5. Berbagai diskon

5. Teknologi keamanan tingkat tinggi

6. Ada poin bonus yang bisa Anda peroleh.

Meski penggunaan kartu kredit sudah sangat umum dan memiliki banyak kelebihan, namun masih banyak anggapan yang kurang tepat mengenai kartu plastik tersebut. Bahkan, kaum milenial kerap terjerumus ke dalam jebakan rumah tangga ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa tingkat pengetahuan keuangan, termasuk pemahaman tentang kartu kredit, masih sangat rendah di Indonesia.

Apalagi, data yang dirilis oleh Kantor Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa lebih dari 75% masyarakat Indonesia belum memahami ragam produk dan layanan keuangan. Ini adalah tugas (PR) terpenting bagi otoritas keuangan dan pihak terkait untuk terus meningkatkan pemahaman mereka tentang produk keuangan.

Berkaitan dengan penggunaan kartu kredit, ada banyak pengertian yang salah mengenai kartu kredit. Setidaknya, terdapat lima persepsi yang keliru tentang kartu kredit yang tersebar di masyarakat Indonesia. Karena anggapan yang keliru ini, masyarakat tidak bisa mendapatkan manfaat secara maksimal dari kartu kredit Yang Mereka Gunakan, Thermasuk Generasi Millennials.

Berikut lima persepsi salah tentang kartu kredit!

1. Kartu kredit Adala Uang Tambahan

Banyak dari masyarakat Indonesia yang menganggap kalau kartu kredit adalah solusi dari masalah kekurangan uang. Artinya, mereka menganggap kartu kredit sebagai alat utang. sala domba inizelas angapan.

Penting untuk diketahui bahwa kartu kredit pada dasarnya merupakan alternatif uang tradisional karena nyaman dan aman. Fungsi utama kartu kredit adalah untuk menunda pembayaran untuk pembelian saat ini. Jangan berdagang kecuali Anda yakin akan mendapatkan cukup uang saat tagihan tiba. Jika Anda memiliki deposit di bank, Anda bisa mendapatkan kartu kredit baru.

2. Anda bisa mendapatkan kartu kredit baru jika Anda memiliki deposit di bank.

Anda tidak perlu membuka rekening tabungan untuk menerima kartu kredit. Selama Anda memiliki riwayat kredit yang baik, sangat mudah untuk mendapatkan kartu kredit dari bank tertentu tanpa menabung.

Tagihan kartu kredit dapat dengan mudah dibayar melalui ATM dari setoran bank Anda yang ada. Realisasi semacam ini tidak boleh dibiarkan, karena menggunakan kartu kredit terutama memudahkan untuk merencanakan masalah keuangan, termasuk mengatur uang yang masuk dan keluar setiap bulan.

3. Jika Anda tidak menggunakan kartu kredit Anda, riwayat kredit Anda akan buruk.

Ini juga asumsi yang salah. Riwayat kredit Anda hanya memburuk jika Anda sering menunggak tagihan atau terlambat berbulan-bulan. Padahal, jika Anda jarang menggunakan kartu kredit, sulit untuk meminta bank Anda menaikkan batas kredit Anda.

4. Biaya kartu kredit bulanan yang tinggi meskipun tidak ada transaksi dan biaya per-swipe

Pada umumnya pengguna kartu kredit yang membayar lunas setiap bulan hanya perlu membayar iuran tahunan. Bunga hanya dikenakan jika tagihan bulanan Anda lewat jatuh tempo. Juga tidak ada biaya gesek saat checkout.

5. Kartu kredit dengan biaya manajemen yang rendah sangat tidak menguntungkan

Secara umum, tidak ada hubungan linier antara biaya administrasi dan jumlah manfaat yang diberikan. Yang terpenting bukanlah besaran biaya administrasi Anda, tetapi apakah kartu kredit yang akan Anda gunakan sesuai dengan gaya hidup dan kebiasaan berbelanja Anda.

Setelah Anda mengetahui arti dan fungsi kartu kredit yang sebenarnya, jangan salah berasumsi. Menggunakan kartu kredit Anda dengan benar dapat memberikan kelegaan nantinya, terutama dalam hal mengatur keuangan Anda. Penting untuk diingat bahwa Anda tidak perlu menjadi gila atau berlebihan saat menggunakan kartu kredit Anda. Bijaklah.

You May Also Like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.