Peristiwa.online – Bulan Muharram adalah bulan pertama pada penanggalan kalender hijriah. Bulan Muharram merupakan satu bulan suci dalam kalender Islam. Muharram secara harfiah berarti “terlarang” dan bulan Muharram ialah bulan yang penuh keistimewaan, karena itu umat muslim disunahkan untuk memperbanyak amalan.

Allah SWT. menjelaskan dalam Al-Quran bahwa bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang disucikan Allah SWT. tepatnya pada Qur’an Surah At-Taubah ayat 36 yang artinya :
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa” (QS. At-Taubah: 36).

Amalan yang bisa kita lakukan pada bulan Muharram salah satunya adalah memperbanyak puasa sunah. Rasulullah SAW. menganjurkan umatnya untuk melakukan puasa pada bulan Muharram sebagaimana dalam sabdanya yang artinya :
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah).

Maksudnya adalah puasa secara mutlak, yakni memperbanyak puasa sunah.

Pada 9 Muharram 1441 H. yang jatuh pada tanggal 9 September 2019 hari ini adalah hari dilaksanakannya puasa sunah Tasu’a sebelum puasa Asyura yang akan dilakukan besok pada 10 Muharram 1441 H. atau pada tanggal 10 September 2019.

Hal ini berdasarkan pada hadits Nabi berikut.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata : ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan” (HR. Muslim).

Namun belum sampai di bulan Muharram tahun berikutnya, ternyata Rasulullah sudah meninggal dunia. Lalu para sahabatnya menjalankan puasa Tasu’a seperti keinginan Rasulullah.

Niat Puasa Tasu’a :
‎نَوَيْتُ صَوْمَ فِيْ يَوْمِ تَاسُوْعَاء سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
(Nawaitu shouma fii yaumi taasuu’aa’ sunnatan lillaahi ta’aalaa)
Artinya: Saya niat puasa sunah Tasu’a sunah karena Allah Ta’ala.

Pada 10 Muharram 1441 H. dilaksanakannya puasa asyura. Keutamaan puasa Asyura adalah dapat menggugurkan dosa setahun yang lalu. Dosa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil karena dosa besar hanya dapat dihapuskan dengan bertaubat.

Hal ini sesuai dengan hadis berikut:
‎عَنْ اَبِى قَتَادَةَ اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صَوْمَ يَوْمَ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبِلَةً وَصَوْمُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً
Artinya: Dari Abu Qatadah ra. bahwa rasulullah saw bersabda: “Puasa pada hari arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu tahun yang berlalu dan tahun yang akan datang. danpuasa pada hari Asyura menghapuskan dosa tahun yang lalu.” (H.R jamaah kecuali Bukhari dan Tirmidzi).

Niat untuk puasa sunah Asyura :
‎نَوَيْتُ صَوْمَ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاء سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
(Nawaitu shouma fii yaumi aasyuuroo’ sunnatan lillaahi ta’aalaa)
Artinya: Saya niat puasa sunah asyura sunah karena Allah Ta’ala.

Semoga kita semua bisa menjalankan puasa sunah ini dengan khusyuk dan bersungguh-sungguh karena Allah Ta’ala. Aamiin.

 

Peliput : M. Rizaldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here