peristiwa.online – Sekelompok mahasiswa yang terdiri dari UKM-UKM Universitas Lambung Mangkurat, menggelar aksi unjuk rasa dan penandatanganan petisi di depan Sekretariat BEM ULM pada Sabtu, 24 Agustus 2019.

Aksi unjuk rasa yang digelar mulai pukul 14.00 WITA ini, terkait dengan adanya kejanggalan-kejanggalan pada penyerahan bantuan dana untuk penampilan UKM saat kegiatan PKKMB 2019 dari pihak rektorat, yang mana dana yang diterima tidak sesuai dengan yang dianggarkan, serta kurangnya koordinasi dari Ketua BEM kepada UKM.

Berdasarkan penuturan salah satu anggota UKM-U, kronologisnya adalah sebagai berikut:

“Pada awal rapat pertama di gedung IKA ULM, di sana dikatakan bahwa tidak ada uang anggaran untuk UKM-U saat tampil di PKKMB kecuali UKM beladiri sebesar Rp.300.000,00. Itu pun uang pribadi dari pihak rektorat, karena uang anggaran PKKMB sudah habis dibagikan ke fakultas sehingga tidak ada anggaran. Tetapi dari Ketua BEM ULM sendiri mengatakan bahwa akan diusahakan agar semua UKM-U juga mendapatkan anggaran.

Setelah diusahakan akhirnya UKM-U mendapat jatah masing-masing Rp.150.000,00 dan UKM beladiri tetap Rp.300.000,00. Di sana tidak ada perjanjian bahwa akan ada lagi uang yang akan dibagikan setelah pelaksanaan pkkmb. Setelah beberapa hari, ditemukan bukti bahwa uang yang kami terima tidak sesuai dengan anggaran yang diminta BEM ke rektorat. Di situ tertulis bahwa setiap UKM mendapatkan bantuan dana sebesar Rp.300.000,00 dan UKM beladiri Rp.500.000,00. Dan kami juga terkejut karena ucapan pertama dari ketua BEM bahwa uang tersebut tidak dianggarkan,” ujarnya.

“Yang dipermasalahkan adalah adanya keputusan-keputusan yang diambil namun tanpa seizin kami sebagai badan yang independen, sehingga integritas kami dipertanyakan,” kata salah satu mahasiswa lain, Abu Ali Hasan.

“Sebagai komponen dan keluarga yang terpisah seharusnya memiliki koordinasi yang baik,” tambahnya.

Selain menuntut kejelasan atas kejanggalan-kejanggalan tersebut mereka juga meminta transparansi dari ketua BEM atas dana yang dikeluarkan oleh rektorat.

Mereka berkumpul sambil membawa spanduk yang berisi petisi bertuliskan “MENUNTUT KEBENARAN #KETUABEMULM2019”, yang dibubuhi tanda tangan perwakilan-perwakilan UKM dengan tujuan menuntut kebenaran yang sebenarnya dari ketua BEM.

Spanduk tersebut juga telah ditandatangani oleh Ketua BEM dan perwakilan DPM ULM, sebagai simbol sikap kooperatif.

 

Peliput : M. Iqbal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here